Breaking News

Belajar Analisa Transaksi dan Saldo Normal dalam ilmu akuntasi

Belajar Menganalisa Transaksi Dan Saldo Normal dalam Software Akuntansi

 

Menganalisa transaksi dan saldo normal merupakan sebuah kegiatan pencatatan transaksi akuntansi. Adanya analisis transaksi akan membantu mengetahui pengaruh transaksi dalam setiap posisi keuangan guna mengetahui hal-hal berikut ini:

1.       Menentukan akun yang relevan terhadap transaksi yang telah dilakukan.

2.       Menentukan sisi yang digunakan dalam pencatatan.

 

Setiap item yang dicatat dalam laporan keuangan akan disebut sebagai akun atau account. Setiap akun yang mencatat laporan keuangan tersebut akan dikumpulkan dalam buku besar atau ledger. Disebut daftar akun jika menyajikan dafter dari semua akun yang ada pada buku besar.

 

Dalam proses klasifikasi akun, ada yang disebut sebagai akun riil. Akun riil merupakan akun yang tampak pada neraca sehingga kita dengan mudah akan mengetahui perubahannya yang nantinya akan dilaporkan pada neraca di periode selanjutnya sebagai aktifitas operasi perusahaan. Akun riil juga melibatkan adanya asset atau harta yang juga disebut sebagai sumber daya yang dimiliki oleh sebuah perusahaan misalnya kas, peralatan gedung dan juga piutang. Dalam neraca, kewajiban yang dilakukan seringkali diidentifikasi dalam neraca sebagai hutang.

 

Selain itu juga terdapat akun nominal, yakni akun yang muncul pada laporan laba-rugi perusahaan. Biasanya setiap akhir periode akan dilakukan jurnal penutupan supaya tidak dibebankan pada periode selanjutnya. Transaksi yang dicatat di sisi kanan akun disebut sebagai kredit yang biasanya disingkat dengan K, sedangkan di sisi kiri sebagai debit yang disingkat dengan D.

 

Yang perlu dicatat adalah, tidak semua sisi debit akan menunjukkan bertambahnya nilai akun dan sisi kredit menunjukkan berkurangnya suatu akun. Hal ini telah dinyatakan oleh Sujiyani pada tahun 2006. Namun, dalam setiap akun pasti menunjukkan aktifitas pertambahan atau pengurangan nilai.

 

Dalam aturan debet kredit dari perkiraan, disimpulkan sebagai berikut:

1.       Aktiva: adanya kenaikan sebelah debet dan adanya penurunan sebelah kredit.

2.       Kewajiban: adanya kenaikan di sebelah kredit dan penurunan di sebelah debet.

3.       Modal: adanya kenaikan di sebelah kredit dan penurunan di sebelah debet.

4.       Prive: adanya kenaikan di sebelah debet dan penurunan di sebelah kredit.

5.       Pendapatan: adanya kenaikan di sebelah kredit dan penurunan di sebelah debet.

6.       Beban: adanya kenaikan di sebelah debet dan penurunan di sebelah kredit.

 

Lalu, apa itu saldo normal?

Disebut aturan saldo normal adalah selisih positif antara sisi debit dan juga sisi kredit dalam sebuah akun dalam kondisi normal. Jadi, dengan mengurangkan total kredit terhadap total debit, kita dapat menentukan saldo normal dalam sebuah akun.

Dalam ilmu akuntansi, saldo normal terdiri dari dua macam yakni saldo normal debit dan saldo normal kredit. Saldo normal debit misalnya adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan. Namun modal pemilik, kewajiban dan juga hutang termasuk dalam saldo normal kredit sebagai cara menganalisa transaksi dan saldo normal.

 

Dalam aturan saldo normal, sisi debit biasanya digunakan untuk hal-hal seperti di bawah ini:

1.       Mencatat tambahnya nilai akun aktiva termasuk harta dan juga beban pendapatan.

2.       Mencatat berkurangnya nilai akun utang atau kewajiban, penghasilan dan juga modal.

 

Sedangkan sisi kredit dalam akun digunakan sebagai:

1.       Mencatat bertambahnya nilai utang, kewajiban, modal dan juga penghasilan.

2.       Mencatat bertambahnya nilai akun harta dan juga beban.

 

Dalam menganalisa debit dan juga kredit dari sebuah bukti transaksi, ada tiga langkah utama yang harus ditempuh yakni melalui tabel aturan debit dan kredit atau tabel saldo normal akun sebagai acuan.

1.       Mengenali akun yang ada dalam bukti transaksi yang hendak di analisa.

2.       Mengamati pengaruh transaksi pada setiap akun sehingga and adapat menyimpulkan pengurangan atau penambahan saldo pada akun.

3.       Jika sudah diketahui pengaruh transaksi pada setiap akun, maka tentukan posisi debit dan juga kredit sesuai dengan aturan tabel akun debit dan kredit.

 

Dengan tiga langkah di atas yang dilakukan secara tepat, hasilnya adalah analisa yang akurat. Maka dari itu, pengamatan dan pemahaman dasar tentang Menganalisa transaksi dan saldo normal harus dipahami terlebih dahulu sebelum membuat akun debit dan kredit dalam mengetahui aset perusahaan dan bebannya.

Dalam analisa transaksi dan saldo normal akan lebih mudah jika dibantu aplikasi software akuntansi buatan prodigitalindo.