Breaking News

Gubernur Keluarkan Imbauan Larangan Berkerumun, Destinasi Wisata di Buton Tetap Buka

Sejumlah destinasi wisata sultra di wilayah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) selamanya dibuka dimasa pandemi Covid-19 ini.

Padahal, Gubernur Sultra, Ali Mazi belum lama ini udah mengeluarkan imbauan yang keliru satu pointnya tentang larangan berkerumun.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi, M.Pd mengatakan, selamanya dibukanya destinasi wisata di wilayah Buton bukan artinya melewatkan imbauan Gubernur Sultra. Namun, dalam pelaksanaannya pihaknya selamanya menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Terkait himbauan Gubernur, selamanya berjalan normal bersama menerapkan protokol kesehatan,” kata Rusdi Nudi.

Sebelum ada imbauan berasal dari Gubernur Sultra lanjut dia, Bupati Buton, La Bakry udah lebih dahulu mengeluarkan himbauan tentang selamanya dibukanya destinasi wisata bersama menerapkan protokol kesehatan menuju formalitas baru atau New Normal pada Bulan Agustus 2020 lalu.

“Kemarin atas himbauan yang diberikan Pak Bupati di Bulan Agustus untuk mengakses destinasi wisata bersama menerapkan protokol kesehatan menuju kebisasan baru,” ujarnya.

Menurutnya, biarpun destinasi wisata tersebut selamanya dibuka. Namun, intensitas kunjungan masyarakat disebut menurun, supaya kerumunan yang dikwatirkan tidak terjadi.

“Hanya sesungguhnya kuantitas orang singgah atau kumpul-kumpul sesungguhnya mengalami penurunan dimasa pandemi, didua daerah (Kali Topa Wabula dan Dive Center-red) itu juga mengalami penurunan supaya kerumuman yang kita kwatirkan itu tidak terjadi,” jelasnya.

Dari sejumlah destinasi wisata yang ada, hanya dua saja yang diterapkan protokol kesehatan yaitu di Kali Topa Wabula, Kecamatan Wabula dan Dive Center, Kecamatan Pasarwajo.

“Hanya di dua daerah di Wabula dan Dive Center, rutin kita jaga per hari bersama menerapkan protokol kesehatan, kalo ditempat lain dikarenakan kunjungannya periodik atau tidak berkerumum seperti di air terjun, kita hanya bekerjasama bersama pihak Tim Gugus dan pemerintah kecamatan dan desa untuk terus mengimbuhkan himabauan, namun tidak memasang petugas, kalo di dua daerah itu ada petugas,” ungkap Rusdi Nudi.