Breaking News

MAF Sensor Pada Sistem Injeksi Mobil

Jakarta Otomotif – Apa fungsi MAF sensor dan bagaimana cara kerjanya? MAF (Mass Air Flow) sensor adalah salah satu komponen yang ada pada mobil dengan sistem EFI atau Electronic Fuel Injection, tepatnya pada tipe L (L-EFI) dan D (D-EFI). Sahabat tentu sudah pernah mendengar tentang komponen yang satu ini, kemungkinan saat lampu indikator mobil menyala. Namun, sebenarnya apa itu MAF sensor, gejala dan penyebab MAF sensor rusak, serta solusi mengenai perawatan komponen tersebut. simak penjelasannya berikut.

Apa Itu MAF Sensor

MAF (mass wind stream) Sensor merupakan komponen elektronik mobil yang berfungsi untuk mendeteksi banyaknya jumlah massa udara yang mengalir ke admission ruang bakar. Komponen tersebut biasanya diletakkan di boks channel udara yang menuju ke choke body atau ke consumption complex.

Mass wind stream sensor memiliki komponen yang disebut sebagai “hot wire” berupa kabel atau kawat yang dipanaskan melalui aliran listrik. Hot wire tersebut bertugas mengirim sinyal kepada ECU mengenai jumlah asupan udara masuk ke consumption.

Karena dipanaskan menggunakan aliran listrik, maka semakin rendah suhu hot wire, udara yang masuk ke dalam consumption ruang bakar sedikit, dan semakin banyak apabila suhu hot wire makin panas. Udara yang masuk ke dalam ruang bakar, nantinya akan bercampur bahan bakar.

Kriteria MAF Sensor Yang Baik

Pada sebuah mobil injeksi, fungsi MAF sensor sangatlah penting. Untuk itu, sebelum dipasang, MAF sensor harus diperiksa dengan teliti. MAF sensor dinyatakan layak untuk digunakan jika dapat memenuhi persyaratan berikut:

Punya respon akurat terhadap perubahan aliran udara yang masuk ke ruang bakar. MAF sensor yang tidak akurat akan membuat sistem pembakaran terganggu.

Punya respon cepat terhadap perubahan aliran udara yang masuk ke ruang bakar.

Expositions penghantaran dan penerimaan sinyal baik.

Gejala MAF Sensor Rusak

Karena kinerjanya yang mendapat asupan udara dari luar, sudah dipastikan bahwa komponen tersebut rentan kotor. Sensor pada MAF yang terkena kotoran akan terganggu kinerjanya dan berpengaruh ke performa mobil.

1. Campuran Udara Bahan Bakar Tak Ideal

Ketika MAF sensor kotor, maka pembacaan asupan udara dan bahan bakar akan kacau, sehingga rasionya tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Bisa jadi udara terlalu kaya, atau malah udara terlalu sedikit membuat konsumsi bahan bakar tak efisien.

2. Mesin Susah Langsam

Ketika pembacaan udara berantakan akibat kotornya MAF sensor, informasi yang diberikan pada ECU menjadi tak konsisten dan membuat naik-turunnya rpm mesin. saat dalam kondisi langsam atau stasioner play on words rpm akan berubah-ubah.

3. Mesin Kasar

Pencampuran udara dan bahan bakar yang tak ideal, akan membuat mesin lebih bergetar dengan suara lebih keras atau kasar. Gejala yang sama juga terjadi apabila choke body dan channel udara kotor.

4. Mesin Sulit Hidup

Karena asupan udara kurang atau berlebih, maka ketika Sahabat menyalakan mesin, akan terasa lebih sulit lantaran campuran udara dan bahan bakar tak sesuai kebutuhan mesin. meski begitu, gejala tersebut kadang bisa diatasi dengan melepas soket MAF sensor.

5. Gejala Lain

Selain beberapa gejala di atas yang telah disebutkan, ada juga beberapa gejala lain yang jarang ditemui, contohnya seperti knalpot yang meledak-ledak, jangkauan rpm terbatas, dan beberapa kasus lain.

Penyebab Kerusakan MAF Sensor

Sebagai salah satu komponen mobil, MAF sensor juga memiliki masa pakai selama 10 tahun rata. Namun, terdapat juga kerusakan sebelum masa pakai yang diakibatkan dari salah penanganan atau perawatan, lantaran komponen tersebut rentan rusak ketika diperlakukan secara kasar.

Oleh karena itu, untuk memperpanjang masa pakai MAF sensor caranya cukup mudah kok, dengan rutin membersihkan channel udara, dan bersihkan komponen tersebut ketika servis berkala. Cara membersihkannya cukup pakai pembersih kontak elektrik saja Sahabat.

Meski perawatannya terbilang mudah, namun karena rentan rusak, komponen tersebut tak bisa diperbaiki moniker harus menggantinya dengan yang baru. Untuk mengganti komponen tersebut, harganya beragam berkisar 300 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis mobilnya.

Setelah mengetahui jelas tentang MAF sensor, Sahabat bisa memahami betapa pentingnya komponen ini pada sebuah mobil injeksi. Agar MAF sensor pada mobil kesayangan Sahabat bisa bekerja typical, jangan lupa untuk melakukan administration secara berkala ya Sahabat.