Breaking News

Peduli Cianjur dari Anak-Anak Panti Asuhan

Cianjur berduka setelah guncangan gempa bermagnitudo 5,6 menelan banyak korban jiwa dalam akibat banyaknya bangunan yang tidak mampu menahan guncangan gempa. Dari Press Release yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tanggal 29 November diungkapkan ada 327 korban jiwa dari peristiwa ini dimana masih ada 13 orang yang masih dilaporkan hilang dan 68 orang masih dirawat karena luka berat.

Total rumah rusak yang dilaporkan dari data PNPB adalah 56.311 unit dengan rincian rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit

Sementara hasil validasi jumlah titik pengungsian sampai tanggal 29 November  pukul 15.00 WIB menjadi 39.985 titik. Total pengungsi berjumlah 108.720 dengan rincian pengungsi laki-laki 52,987 dan pengungsi perempuan 55,733 jiwa. 

Banyak dan tersebarnya titik pengungsian membuat bantuan tidak merata , dimana sebagian titik pengungsian yang mudah diakses mendapat banyak bantuan sementara titik-titik yang tidak bisa dijangkau termasuk oleh kendaraan bermotor roda dua atau harus berjalan kaki mengalami kekurangan bantuan ,

 

Aksi Peduli Bencana Yayasan Samiyah Amal Insani

Walaupun masih memiliki banyak kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak asuh di Panti Asuhan, pihak Yayasan tidak mau berdiam diri melihat penderitaan saudara-saudaranya tersebut. Apalagi mengingat posisi Cianjur yang relatif dekat dari Kota Bandung dan bisa dijangkau dari jalur darat.

Dengan berbekal semangat kepedulian pada tanggal 24 November 2022 Yayasan Samiyah Amal Insani Peduli Cianjur memberangkatkan bantuan bersama Majelis Hiburan Amal Bagi Dhuafa (MHABD) , dimana Yayasan Samiyah Amal Insani membagikan bantuannya di Desa Joglo dan Desa Cibulakan Kec Cugenang.

Pada Tanggal 27 November 2022 Yayasan kembali memberangkatkan bantuan Peduli Cianjur. Kali ini Yayasan juga membawakan amanat dari Al Hikmah Community dan Alumni Keluarga Muslim Itenas (Alkemi). Bantuan dipusatkan di Desa Cibulakan , Kec Cugenang Kota Bandung.

 

Membangun Empati dan Kepedulian

Aksi sosial Peduli Cianjur yang dilakukan Yayasan Samiyah Amal Insani ini juga dilakukan untuk mendidik anak-anak asuh dari kalangan yatim , dhuafa dan terlantar di lingkungan Panti Asuhan / Rumah Singgah yang kami kelola. Walaupun masih terdapat kekurangan di sana sini tapi bukan berarti harus diam saja melihat saudara-saudaranya mengalami musibah bahkan jauh lebih menderita dari kita.

Sebagai pengelola dan penghuni panti asuhan tentu sudah akrab bahkan terbiasa dengan rasa betapa tidak nyamannya bila kekurangan makanan dll sama seperti yang dirasakan pengungsi saat ini. Karena ini kami tanpa merasa ragu untuk mengambil stock yang ada di gudang panti asuhan untu dibawa dan didonasikan ke cianjur langsung ke titik kamp pengungsi yang dirasa membutuhkan.

Walaupun dibanding kelompok-kelompok relawan lain bantuan dari kami tidak besar tapi itu bukan menjadi masalah. Karena di sisi lain kami harus tetap menjaga agar stock kebutuhan anak-anak di Panti Asuhan tetap terjaga. Akan tetapi keterbatasan ini tidak boleh menjadi penghalang untuk peduli dan berbuat baik .

Empati dan kepedulian pada dasarnya datang dari hati bukan dari harta yang kita miliki. Ada banyak orang kaya dengan harta berlimpah di luar sana tetapi tidak peduli dengan penderitaan saudara-saudaranya , akan tetapi banyak juga orang yang serba kekurangan tetapi selalu sigap dan peduli ketika saudaranya mengalami kesulitan.

Dan memiliki hati yang baik dan selalu peduli terhadap penderitaan sesama pada dasarnya adalah anugrah dan hidayah yang terbaik dari Allah swt.