Breaking News

Tips Ingin bisnis tambah maju?

Kini fasilitas sosial yang telah semakin banyak, tak hanya digunakan sebagai daerah menjalin pertemanan semata, melainkan juga untuk berpromosi. Bukan begitu? Boleh dibilang, Instagram, Facebook, Twitter, Path, dan sejenisnya, waktu ini telah terlalu lazim dipakai untuk mempromosikan barang dagangan atau jasa.

Tak sedikit pula yang kenakan account privat untuk promosi di fasilitas sosial. Nah, ternyata tersedia juga etika berpromosi di fasilitas sosial. Pasalnya, kalau terlalu gencar lakukan promosi melalui social media agency jakarta, tentu tak baik pula, bukan tidak kemungkinan waktu promosi yang dijalankan mengganggu, bisa-bisa Anda di unfriend oleh teman sendiri. Lalu, bagaimana sehingga hal itu tidak terjadi?

Berikut 5 tips cara promosi di fasilitas sosial yang dikutip dari buku 10 Kisah Jutawan dari Bisnis Online:

1. Buatkan account

khusus Ini dibutuhkan lantaran lingkaran pertemanan yang dibentuk dapat berbeda. Kalau telah soal bisnis, rasa pertemanan pastinya dapat berbeda. Bila dipaksakan, maka Anda dapat berisiko kehilangan teman yang tidak berminat bersama dengan promosi yang dilakukan.

 

2. Gunakan foto orisinil

Sebaiknya potretlah sendiri barang dagangan Anda. Meskipun, foto barang yang dijual telah lazim dijalankan oleh banyak orang. Pastinya Anda pun tak idamkan dituduh sebagai pencuri Hak Cipta foto dari orang lain kan? Nah, itu yang dihindari. Maka, alangkah baiknya memotret sendiri bersama dengan semenarik kemungkinan hingga terhadap akhirnya konsumen berkenan memandang barang dagangan Anda.

 

3. Hindari spam

Spam merupakan pesan virtual bertubi-tubi. Misalnya di Twitter. Pastinya kami dulu menjumpai account yang tiba-tiba mention kita. Sebagai contoh, “Hai @RinaManis, berkenan product tas keren dari kami, yuk follow dan cek link ini”. Nah, ini misal sebuah spam dan tentu terlalu mengganggu.

4. Cerita menarik itu penting

Dengan cerita menarik tentu dapat mengakibatkan konsumen untuk berhenti sebentar memandang dagangan Anda. Tak kudu bercerita panjang lebar. Sederhana saja, lumayan Anda menceritakan product Anda yang sanggup menggoda mereka untuk memandang dagangan. Misalnya, menjajakan kopi di fasilitas sosial. Cukup bersama dengan kalimat, “Secangkir kopi luwak ini mantap sekali!”

 

5. Fokuskan target

Pastinya, pengguna fasilitas sosial terdiri atas banyak sekali susunan merasa dari tipe kelamin, usia, profesi, dan lain sebagainya. Sesuaikanlah product Anda bersama dengan segmentasi tersebut. Jadi fokuskan lebih-lebih dahulu siapa target yang dapat disasar.