Breaking News

Tips menghitung penjualan yang benar

Jika Anda terhubung usaha tentunya menghendaki memperoleh keuntungan yang besar bukan? Namun banyak orang keliru memperkirakan besarnya keuntungan yang didapatkan supaya terhadap laporan laba ruginya dihasilkan kerugian. Oleh karena itu, Anda harus mengerti bagaimana langkah menghitung keuntungan penjualan yang benar.

Menghitung keuntungan di dalam tiap-tiap tipe usaha membawa langkah dan metode yang berbeda-beda. Misalnya saja untuk usaha perdagangan barang dan jasa, langkah penghitungan perolehan keuntungannya berbeda. Hal ini karena tiap-tiap tipe usaha membawa biaya beban dan biaya penghasilan yang berbeda-beda.

 

Baca juga rekomendasi Jasa : Digital Agency

Keuntungan Penjualan Toko Kelontong atau Usaha Dagang

Usaha yang paling enteng untuk dilakukan adalah usaha dagang yakni menjajakan barang tanpa harus jalankan proses produksi. Jenis usaha ini banyak diminati karena dapat dilakukan oleh siapa saja. Modal yang dibutuhkan juga tidak sangat besar.

Walaupun muncul simpel tetapi banyak orang yang mengalami kerugian disaat terhubung usaha ini. Salah satu penyebabnya adalah keliru menghitung harga jual dan keuntungan bersih. Untuk menghitung keuntungan bersih usaha ini Anda harus menghitung penghasilan dan beban yang Anda keluarkan.

Penghitungan keuntungan penjualan untuk usaha dagang dapat dilakukan sebulan sekali ataupun seminggu sekali. Anda dapat menentukannya sendiri cocok dengan keperluan Anda. Namun harus diingat penghitungan ini harus dilakukan secara berkala dengan waktu yang tetap.

Hal ini dilakukan supaya Anda dapat mengerti bagaimana perkembangan usaha yang sedang Anda lakukan. Penghitungan keuntungan ini juga dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan apakah usaha Anda layak diteruskan atau tidak.

Cara Menghitung Keuntungan Penjualan
Untuk menghitung keuntungan penjualan usaha dagang langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung penghasilan kotor. Cara menghitung penghasilan adalah dengan menjumlahkan semua duit yang diterima berasal dari hasil penjualan barang.

Ada baiknya Anda membuat pembukuan simpel untuk menghitung penghasilan yang diterima tiap-tiap harinya. Di akhir bulan Anda dapat menjumlahkan semua penghasilan yang diterima.

Setelah menghitung pendapatan, Anda juga harus menghitung beban biaya yang dikeluarkan selama satu bulan. Beban biaya ini juga biaya listrik, biaya perjalanan, dan biaya sewa kios jikalau ada. Anda harus menghitung total biaya yang dikeluarkan meskipun sedikit.

Jika penghasilan dan beban biaya sudah juga maka Anda sudah dapat menghitung keuntungan maksimal yang Anda dapatkan. Cara menghitung keuntungan maksimal adalah dengan mengurangi penghasilan total dan semua beban biaya.

Sebagai contoh misalnya penghasilan total toko Anda selama satu bulan Adalah Rp 50 juta. Setelah di total semuanya ternyata beban biaya yang dikeluarkan selama 1 bulan adalah Rp 20 juta. Jadi keuntungan yang didapatkan di dalam satu bulan tersebut adalah Rp 50 juta – Rp 20 juta = Rp 30 juta.